Total Tayangan Halaman

Kamis, 19 Desember 2013

laporan pemngambilan darah ikan

Laporan Kesehatan Ikan                                                         Kamis 28, November 2013

PENGAMBILAN DARAH PADA IKAN

http://pctfp.files.wordpress.com/2013/03/logo-faperta-color-kementerian-dikbud.gif
 








Oleh
ANGGI KURNIASIH
4443111749
Asisten
Dian Yuliana
Iin Inawati
Ida Hadhijah
Muhlisoh
Riski Hartika
Siska  

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2013
ABSTRAK
Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari metode pengukuran dan pengamatan beberapa parameter gambaran darah dalam ruang lingkup manajemen kesehatan. Hewan coba yang digunakan adalah ikan lele, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan lele berdasarkan hematologi dan untuk mengetahui darah jenis endoparasit ikan lele. Pengukuran parameter termasuk nomor eritrosit , jumlah leukosit , kadar hemoglobin , darah. Darah adalah cairan tubuh khusus yang mengangkut bahan-bahan menuju sel-sel tubuh antara lain nutrien dan oksigen serta mengangkut produk sampah dari sel-sel tersebut. Darah diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah oleh pemompaan jantung. Darah pada umumnya terdiri dari plasma, sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan sel darah pembeku (trombosit).
Kata Kunci: hemoglobin, lele

PENDAHULUAN
Puspowardoyo dan Djariyah ( 2002 ) menyatakan ikan lele cocok dibudidayakan pada kolam air tenang tanpa penggantian air, tetapi hal ini membuat air sebagai media pemeliharaan ikan lele dumbo tercemar oleh limbah organik dan mineral organik yang berasal dari dekomposisi (perombakan) sisa pakan dan kotoran ikan. Limbah tersebut berpengaruh secara langsung terhadap kualitas air yang secara langsung ataupun tidak langsung akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan dan pertumbuhan ikan.
Banyak kendala yang dapat mempengaruhi budidaya ikan. Perairan umum seperti waduk, sungai, danau, rawa, saluran irigasi, payau, dan laut menyimpan banyak kendala yang dapat mempengaruhi budidaya ikan di perairan tersebut (Cahyono, 2001).
Pada ikan yang terserang penyakit terjadi perubahan pada nilai hematokrit, kadar hemoglobin, jumlah sel darah merah dan jumlah sel darah putih (Bastiawan, dkk., 1995). Pemeriksaan darah (hematologis) dapat digunakan sebagai indikator tingkat keparahan suatu penyakit (Bastiawan, dkk., 2001). Studi hematologis merupakan kriteria penting untuk diagnosis dan penentuan kesehatan ikan (Lestari,2001).
Darah adalah cairan tubuh khusus yang mengangkut bahan-bahan menuju sel-sel tubuh antara lain nutrien dan oksigen serta mengangkut produk sampah dari sel-sel tersebut. Darah diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah oleh pemompaan jantung. Darah pada umumnya terdiri dari plasma, sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan sel darah pembeku (trombosit).
Menurut Santoso (1998) keadaan stres dapat memengaruhi aktivitas fisiologis dan kadar hemoglobin pada ikan. Keadaan fisiologis darah ikan sangat bervariasi, tergantung pada kondisi lingkungan seperti kelembaban, suhu, dan pH (Adelbert, 2008). Data mengenai gambaran darah normal spesies ikan air tawar di Indonesia belum banyak diinformasikan.

TINJAUAN PUSTAKA
Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bahan makanan ini merupakan sumber protein yang relatif murah tetapi banyak jenis diantaranya yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, hanya saja ikan juga merupakan bahan pangan yang mudah sekali mengalami kerusakan (Murniyati dan Sunarman, 2000).
Deskripsi Ikan Lele
Ikan lele (Clarias sp) merupakan salah satu jenis ikan konsumsi air tawar. Ikan lele termasuk ikan jenis catfish atau kata lain ikan yang memiliki kumis. Ciri dari ikan lele yaitu bentuk tubuh memanjang dan agak bulat, pada sirip dada terdapat duri yang keras dan runcing/tajam (patil), warna tubuh belang dengan kepala pipih dan terdapat kumis serta licin karena tidak memiliki sisik. Kemudin ikan ini memiliki alat pernafasan tambahan berupa dari modifikasi dari busur insangnya yaitu arborescent. Dibeberapa daerah ikan lele mempunyai banyak nama. Antara lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Banjarmasin), ikan keling (Makassar), ikan lele atau lindi (Semarang).
Habitat ikan lele adalah sungai dengan arus air yang tenang seperti danau, rawa, telaga dan waduk. Ikan lele memiliki sifat nokturnal, yaitu aktif dan bergerak mencari makanan pada malam hari sedangkan pada siang hari hanya berdiam diri dan berlindung di tempat gelap.
Klasifikasi Ikan Lele
Klasifikasi ikan lele menurut SNI (2000), yaitu:
Filum               : Chordata
Kelas               : Pisces
Subkelas          : Teleostei
Ordo                : Ostariophysi
Subordo          : Siluroidae
Famili              : Clariidae
Genus              : Clarias
Spesies            : Clarias sp

Hemoglobin adalah metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel darah merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, Penamaan dari  hemoglobin adalah penggabungan dari heme dan globin, merefleksikan fakta bahwa setiap sub-unit dari hemoglobin adalah satu protein berbentuk bulat dengan satu tempelan kelompok heme (atau haem); setiap heme kelompok berisi satu atom besi, dan hal ini bertanggungjawab untuk bungkus oksigen. 
Hemoglobin  berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin adalah suatu zat yang memberikan warna merah sel darah merah. Hemoglobin terdiri dari 4 molekul zat besi (heme), 2 molekul rantai globin alpha dan 2 molekul rantai globin beta. Rantai globin alpha dan beta adalah protein yang produksinya disandi oleh gen globin alpha dan beta.
Pengambilan Darah
Pengambilan darah ikan yaitu terlebih dahulu syringe dengan antikoagulan agar tidak terjadi pembekuan darah dalam penyaringan. Darah di ambil pada bagian belakang sirip anal, syringe ditusukkan hingga mengenai tulang belakang, kemudian darah disedot perlahan. Kemudian darah dimasukkan ke dalam ependorf yang telah dibilas antikoagulan, sentrifus sampai homogen. Amati kadar hemoglobin, kadar hematokrit, sel darah merah, sel darah putih dan diferensial leukosit.



METODOLOGI
Waktu dan tempat di laksanakannya praktikum ini di Lab TPHP (Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan) Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan Universitas Sultan Angeng Tirtayasa dan pada tanggal 28, November 2013.
Alat dan bahan yang digunakan adalah seperti berikut suntikan, talanan, ikan lele serta larutan kougulan dan lap basah serta pipet Sahli  tabung Hb-meter, Aqudes
Prosedur kerja sebagai berikut :

Pengamatan kadar HB pada ikan tawar darah diserap dengan pipet sahli sampai 0,1 ml

Pindah ketabung dalam tabung HB meter yang telah diisi HCL 0,1 N sampai skala 10 (menti) aduh dan biarkan 3-5 menit

Tambahkan aquades sampai warna dasar HCL seperti warna larutan standar yang ada didalam HB meter.

Baca skla dengan melihat permukaan cairan dalam dikocokan dengan skala tabung sahli yang dilihat pada skala jalur gr% (Kuning) yang berarti bayaknya HB gr / 100 ml darah.   

HASIL DAN PEMBAHASAAN
Descriptives

N
Mean
Std. Deviation
Std. Error
95% Confidence Interval for Mean
Minimum
Maximum

Lower Bound
Upper Bound
Lower Bound
Upper Bound
Lower Bound
Upper Bound
Lower Bound
Upper Bound
IKAN LELE
3
12.00
2.646
1.528
5.43
18.57
10
15
IKAN MAS
3
7.67
4.041
2.333
-2.37
17.71
4
12
Total
6
9.83
3.869
1.579
5.77
13.89
4
15

JUMLAH HB



ANOVA

JUMLAH HB

Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Between Groups
28.167
1
28.167
2.414
.195
Within Groups
46.667
4
11.667


Total
74.833
5




PEMBAHASAAN
Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket. Darah mengalir diseluruh tubuh dan berhubungan langsung dengan sel-sel yang ada dalam tubuh. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dan keping darah. Plasma darah merupakan komponen terbesar dalam darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air.plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ketempat pembuangan. Komponen lain adalah sel darah merah dan sel darah putih, sel darah merah mengandung banyak hemoglobin yang dibentuk dalam hati dan sumsum merah pada tulang pipih sedangkan sel darah putih dibentuk pada sumsum merah dan kelenjar limpa yang berfungsi melawan kuman dan bakteri yang masuk kedalam tubuh (Fadhil et al, 2009).
 Parameter darah menjadi salah satu indikator adanya perubahan kondisi pada kesehatan ikan, baik karena faktor infeksi akiat mikroorganisme atau karena faktor non infeksi oleh lingkungan, nutrisi dan genetik. Warna merah dari darah segar disebabkan adanya hemoglobin dalam sel darah merah. Sel eritrosit segar tampak kuning (sel darah putih), karena kumpulan leukosit beraspek putih. Meskipun demikian, sel-sel leukosit yang terpisah dalam darah segar tidak berwarna (Dellman dan Brown, 1989 dalamPrasetyo et al, 2008).
ritrosit pada ikan merupakan sel yang terbanyak jumlahnya. Ukuran eritrosit ikan lele adalah 10×11 µm hingga 12×11 µm, dengan diameter inti 4-5 µm. Jumlah eritrosit normal dalam darah ikan lele adalah 3,18×106 sel/ml (Chinabut et al, 1991 dalam Abdullah, 2008).
Hemoglobin adalah suatu protein dalam eritrosit yang terdiri protoporfirin, besi dan oksigen (sastradipradja et al, 1989 dalam Prasetyo, 2008). Kadar hemoglobin normal ikan lele adalah 12 – 14 Hb/100 ml (Bastiawan et al, 2001 dalam  Alamanda et al, 2007). Hasil praktikum menunjukan kadar hemoglobin ikan lele tertinggi terdapat pada 46.667 gr% sedangkan kadar hemoglobin terendah terdapat pada  28.167, Penurunan nilai hemoglobin menunjukan terjadinya abnormalitas pada kesehatan ikan.



KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
 Berdasarkan praktikum yang telah dilakuakan, praktikan sudah bisa melakukan teknik pengukuran dan mengetahui nilai parameter hematologi ikan. Dari hasil praktikum, terjadi penurunan kadar hemoglobin. Hasil praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengetahui gambaran darah pada ikan meliputi pengukuran kadar hemoglobin

Saran
Praktikum selanjutnya diharapkan dapat dilakukan gambaran darah ikan dengan sampel yang berbeda, sehingga dapat mengetahui gambaran darah dari spesies ikan yang berbeda.




DAFTAR PUSTAKA
Puspowardoyo, H. Dan A.S. Djariyah. 2002. Pembenihan dan Pembesaran
Lele Dumbo Hemat Air. Yogyakarta: Penerbit Kanisius
Cahyono, B. 2001. Budidaya Ikan di Perairan Umum. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Lestari, A.S. 2001. Studi Karakteristik dan Patologi Aeromonas hydrophila
pada Ikan Lele dumbo (Clarias gariepinus). Makalah Falsafah Sains.
Program Pasca Sarjana. IPB .Bogor.
Santoso, S. 1998. Toksisitas air limbah industri pulp proses soda terhadap benih ikan    
         mas (Cyprinus carpio L). Jurnal Universitas Sudirman 2 (XIV):5-10.
Adelbert, R.M. 2008. Gambaran Darah Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio Linn) Strain         Majalaya yang Berasal dari Daerah Ciampea Bogor. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Murniyati dan Sunarman, 2000












Tidak ada komentar:

Posting Komentar