Total Tayangan Halaman

Selasa, 30 April 2013

PENURUNAN SUHU TERHADAP TINGKAH LAKU IKAN


Nama              : Anggi Kurniasih
Nim                 : 4443111749


PENGARUH PENURUNAN SUHU TERHADAP TINGKAH
LAKU IKAN

Tujuan
1.    Untuk mengetahui spesifik suhu
2.    Untuk mengetahui penurunan suhu dengan batu es

Pendahuluan
Tingkah laku ikan sangat dipengaruhi oleh cara ikan beradaptasi dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut diwujudkan dalam bentuk gerakan tubuh baik dari dalam maupun dari luar tubuh ikan. Walaupun tingkah laku ikan mudah diamati tetapi tidak mudah untuk mempelajarinya karena diperlukan perencanaan yang hati-hati untuk mengamati bagian-bagian dari tingkah laku yang menjadi tujuan pengamatan (Noakes andBaylis, 1990). Metode pengamatan tingkah laku ikan dapat dilakukan dilaboratorium dan dapat pula dilakukan langsung di lapangan
Tingkah laku ikan adalah adaptasi ikan terhadap faktor lingkungan eksternal dan internal (He, 1989).dan Cahaya merupakan bagian yang fundamental dalam menentukan tingkahlaku ikan (Woodhead, 1966). Perubahan suhu dari keadaan normal menjadi lebih panas atau lebih dingin di suatu perairan dapat dipengaruhi oleh keadaan alam seperti pemanasaan oleh matahari, perubahan musim, gejala pergeseran dasar perairan, letusan gunung merapi bawah laut dan sebagainya. Setiap jenis ikan biasanya mempunyai kisaran suhu di perairan yang cocok. Dalam keadaan suhu normal metabolisme maupun tingkah laku ikan akan berjalan dengan normal juga. Namun bila terjadi perubahan suhu, respon yang diberikan oleh ikan akan menunjukan penyesuaian metabolisme tubuhnya terhadap lingkungan untuk mempertahankan kehidupannya.
Respon yang diperlihatkan oleh ikan bjiasanya berupa perubahan tingkah laku maupun pergerakan ikan. Suhu adalah salah satu faktor yang amat penting bagi kehidupan organisme di perairan, karena suhu mempengaruhi baik aktivitas maupun perkembangbiakan dari organisme tersebut. Suhu optimum dibutuhkan oleh ikan untuk pertumbuhannya. Ikan yang berada pada suhu yang cocok, memiliki selera makan yang lebih baik. Menurut Mulyadi (2006), Suhu di perairan dapat mempengaruhi kelarutan dari oksigen. Apabila suhu meningkat maka kelarutan oksigen berkurang.
Ada yang mempunyai toleransi yang besar terhadap perubahan suhu, disebut bersifat euryterm. Sebaliknya ada pula yang toleransinya kecil, disebut bersifat stenoterm. Sebagai contoh ikan di daerah sub-tropis dan kutub mampu mentolerir suhu yang rendah, sedangkan ikan di daerah tropis menyukai suhu yang hangat. Dalam praktikum ini menggunakan ikan mas koi dalam suhu bertahap.
pengaruh suhu terhadap ikan adalah dalam proses metabolisme, seperti pertumbuhan dan pengambilan makanan, aktivitas tubuh, seperti kecepatan renang, serta dalam rangsangan syaraf. Laevastu dan Hela (1970)

Langkah Kerja
Pertama adalah siapkan aquarium yang kosong lalu di masukan air setelah kiranya air cukup lalu masukan thermometer cek suhu awal, setelah pengecekan. Lalu siapkan batu es ke dalam aquarium dengan penurunan suhu memakai batu es, setelah suhu sesuai maka batu es di ambil lalu ikan di masukan ke aquarium yang sudah suhunya setabil, lalu di cek sesesaat apa menurun atau tidak sampai menit ke 21.
Dalam setiap menit di lihat berapah jumlah ikan yang ada di permukaan dan ada yang di dasar serta kolom, dan ikan yang oleng atau miring, hitung setiap menitnya sampai menit 21. Pada menit ke berapah jumlah ikan yang oleng atau miring.
Lalu setelah itu setelah selesai pengecekan maka suhu optimum sekitar di suhu 19 dengan harus di cek terus dan di hitung jumlah ikan.
Lalu buat tabel tentang pengujian ttingkah laku ikan dalam 21 menit dalam jumlah ikan yang ada di dasar dan kolum dan permukaan yang ada. Dan ikan yang oleng dengan keteragan.

Hasil Dan Pembahasaan
Hasil yang telah di buat dari pengaruh penurunan suhu terhadap tingkah laku ikan dengan hasil tebel sebagai berikut :

Tabel 1 pengaruh penurunan suhu terhadap tingkah laku ikan

No
Menit
Permukaan
Kolom
dasar
Oleng
Ket
1
3
1
4
10
1
Pergerakan ikan mulai melambat
2
6
2
6
7
1
3
9
2
5
8
3
4
12
1
6
8
4
5
15
1
5
9
7
6
18
4
3
8
1
7
21
2
3
10
10

Dari hasil yg di hasilkan dengan setiap penghitungan per 3 menit maka akan di dapat jumlah ikan yang ada di kolom,dasar dan permukaan serta ikan yang oleng.. dari per 3 menit maka jumlah ikan ikan yg oleng pada menit ke 9 mengalami penaikan sekitar 1 %, dengan jumlah ikan yg di dasar 8 ikan. Maka pada suhu kisaran ke 19 ikan berada di kolam san pada menit ke 18 adanya penurynan jumlah ikan oleng dengan jumlah ikan yg ada di kolom sekitar 8 ikan.
Tapi pada menit ke 21 ikan yang berada di permukaan sekitar 2 di kolom ada 3 ikan dan di dasar 10 ikan tetapi ikan yg oleng mengalami peningkatan yang sangat berbeda terhadap pada menit yang ke 15 dengan ikan yang 7 dan pada menit ke 21 ikan yang oleng mengalami peningktan menjadi 10 ikan yang oleng.
Kisaran suhu pada tinggah laku ikan terhadap penurunan suhu dengan metode penurunan suhu menggunakan batu es, kisaran suhu yang di dapat pada suhu ke 19 yang rata-ratanya pada thermometer menunjukan pada suhu ke 19 itulah suhu statrifikasi suhu yang di dapat, dengan jumlah ikan yang oleng sebayak 7 ikan, pada menit ke 15 menunjukan ikan lebih menyukai daerah dasar sebayak 9 ekor ikan karena salinitas di dasar lebih bisa menerima interasi tubuh ikan terhadap penurunan suhu.

KESIMPULAN
            Dari hasil di atas menunjukan bahwa data yang di amati dalam penurunan suhu dengan metode penurunan suhu menggunakan batu es, maka suhu yang didapat relatif kisaran suhu ke 19 dengan termomer.
            Dengan metode penuruan suhu kita bisa tau kisaran suhu ke sekian dan untuk ikan yang oleng mengalami peningkatan pada menit ke akhir pada menit ke 21 ikan yang oleng dengan jumlah ikan yang oleng dalah kisaran 10 ikan yang oleng.

DAFTAR PUSTAKA
Noakes andBaylis, 1990 tingkah laku ikan
Mulyadi (2006) penurunan suhu
Laevastu dan Hela (1970) Pengaruh suhu terhadap ikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar